Sidrap, Celoteh.Online – Suasana berbeda tampak di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada Senin malam, 1 September 2025. Saat sejumlah daerah lain masih diwarnai aksi demonstrasi, Sidrap memilih jalan doa dengan menggelar istigasah untuk keselamatan bangsa.

Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Benteng, Kecamatan Baranti, ini dipimpin langsung Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif.

Baca Juga : Dua Hari Unjuk Rasa, Sidrap Tetap Kondusif Berkat Sinergi Forkopimda dan Mahasiswa

Sejumlah pejabat dan tokoh penting hadir, di antaranya Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, Wakil Bupati Hj. Nurkanaah, Sekda Andi Rahma Saleh, Ketua DPRD H. Takhyuddin Masse, Dandim 1420 Letkol Inf Awaloeddin, serta tokoh agama dan masyarakat.

Mereka duduk bersama masyarakat dan santri, melebur dalam doa, menunjukkan kebersamaan antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga.

Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin menekankan bahwa istigasah ini adalah bentuk ikhtiar moral.

Baca Juga : Wakil Bupati Sidrap Hadiri Silaturahmi Akbar Komunitas Sulsel Berkebun yang di pusatkan Di Sidrap

“Doa adalah kekuatan. Sidrap ingin menunjukkan bahwa menjaga Indonesia bisa dilakukan dengan keteduhan, bukan kegaduhan,” tegasnya.

Kapolres Fantry Taherong turut menyampaikan pesan senada. Setelah mengawal demonstrasi mahasiswa di Sidrap dua hari sebelumnya tanpa insiden kekerasan, ia menegaskan pentingnya membangun kepercayaan.

“Polisi hadir bukan untuk menakuti, tetapi untuk mendampingi masyarakat menyampaikan aspirasinya. Kami ingin aksi damai menjadi budaya,” ujarnya.

Baca Juga : OKP dan Pemuda Wajo Tolak Demo Anarkis, Dorong Demokrasi Sehat dan Bermartabat

Kehadiran para pemimpin sipil dan aparat keamanan dalam satu barisan doa bersama masyarakat memberi makna mendalam: menjaga bangsa tidak hanya dengan kebijakan dan aturan, tetapi juga dengan spiritualitas dan rasa kebersamaan.

Sidrap, yang dikenal sebagai Bumi Nene Mallomo, kembali meneguhkan nilai warisan leluhur tentang musyawarah, keadilan, dan keteguhan iman. Dari daerah ini, lahir teladan bahwa perbedaan aspirasi dapat disatukan dengan doa dan semangat kedamaian.(*)

celotehmuda