Doom spending atau kebiasaan berbelanja impulsif untuk mengatasi stres atau emosi negatif, menjadi ancaman serius bagi stabilitas finansial generasi muda, terutama mahasiswa. Kombinasi antara tekanan akademik, tuntutan gaya hidup, dan kemudahan akses terhadap kredit, membuat mahasiswa rentan terjebak dalam lingkaran utang akibat kebiasaan belanja yang tidak terkendali.

Bagaimana Doom Spending Mempengaruhi Utang Mahasiswa?
Program Konseling Keuangan: Menyediakan program konseling keuangan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan keuangan.
Dengan memahami dampak doom spending dan menerapkan strategi yang tepat, mahasiswa dapat menghindari jebakan utang dan membangun masa depan finansial yang lebih baik
Peningkatan Pengeluaran: Kebiasaan belanja impulsif yang dipicu oleh doom spending secara signifikan meningkatkan total pengeluaran mahasiswa.
Penumpukan Utang Kartu Kredit: Untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terduga atau keinginan yang muncul secara tiba-tiba, mahasiswa seringkali mengandalkan kartu kredit. Hal ini menyebabkan utang kartu kredit menumpuk dengan cepat.
Kesulitan Membayar Tunggakan: Akibat tingginya beban utang, mahasiswa kesulitan untuk membayar tunggakan biaya kuliah, biaya hidup, dan utang lainnya.
Siklus Utang: Untuk membayar utang yang ada, mahasiswa mungkin terpaksa meminjam uang lagi, menciptakan siklus utang yang sulit diputus.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

Tekanan Sosial Media: Pengaruh media sosial yang menampilkan gaya hidup konsumtif membuat mahasiswa merasa perlu memiliki barang-barang tertentu untuk diterima di lingkungan sosialnya.
Ketidakpastian Masa Depan: Kecemasan akan masa depan setelah lulus, seperti mencari pekerjaan dan memulai karir, dapat memicu perilaku doom spending sebagai bentuk pelarian sementara.
Kemudahan Akses Kredit: Tersedianya berbagai jenis pinjaman online dan kemudahan mendapatkan kartu kredit membuat mahasiswa semakin mudah terjebak dalam utang.
Cara Mengatasi
Meningkatkan Kesadaran Finansial: Mahasiswa perlu memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik dan dampak jangka panjang dari doom spending.
Membuat Anggaran: Membuat anggaran dan mematuhinya adalah langkah penting untuk mengontrol pengeluaran.
Mencari Alternatif Mengatasi Stres: Alih-alih berbelanja, mahasiswa dapat mencari kegiatan lain yang lebih sehat untuk mengatasi stres, seperti berolahraga, bermeditasi, atau menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga.
Membatasi Penggunaan Kartu Kredit: Usahakan untuk membatasi penggunaan kartu kredit dan lebih banyak menggunakan uang tunai.
Mencari Bantuan: Jika kesulitan mengelola keuangan, mahasiswa dapat mencari bantuan dari konselor keuangan atau organisasi mahasiswa yang menyediakan layanan konsultasi keuangan.
Pencegahan di Tingkat Institusi
Pendidikan Keuangan: Perguruan tinggi perlu memberikan pendidikan keuangan yang komprehensif kepada mahasiswa sejak awal.
Kerjasama dengan Lembaga Keuangan: Membangun kerjasama dengan lembaga keuangan untuk memberikan layanan perbankan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, seperti rekening tabungan dengan fitur pengingat pengeluaran.

