Elektabilitas Pasangan Calon di Kabupaten Wajo: Ar-Rahman Unggul di Survei Terkini, Namun Pammase Memimpin di PPI

Wajo – Elektabilitas pasangan calon bupati dan wakil bupati di Kabupaten Wajo menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara dua pasangan, yaitu “Ar-Rahman” dan “Pammase”. Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 440 responden dengan margin of error 4%, hasilnya mencerminkan dinamika politik yang semakin memanas menjelang Pilkada.

Pasangan nomor urut satu, Andi Rosman dan dr. Baso Rahmanuddin (Ar-Rahman), menunjukkan hasil positif dengan elektabilitas mencapai 46,7%, meningkat dari 42% pada survei sebelumnya.

Sementara itu, pasangan nomor urut dua, Amran Mahmud dan Amran SE (Pammase), tercatat memperoleh elektabilitas 35,4%, yang juga mengalami kenaikan signifikan dibandingkan survei sebelumnya yang hanya mencapai 30,4%.

Persentase responden yang belum menentukan pilihan menurun dari 26,9% menjadi 16%.Namun, hasil survei yang berbeda muncul di Pusat Pemantauan Indikator (PPI), di mana pasangan “Pammase” unggul dengan elektabilitas 54,2%, sementara “Ar-Rahman” hanya meraih 36,7%. Persentase responden yang belum menentukan pilihan di PPI tercatat sebesar 9,1%.Menanggapi perbedaan ini,

Andi Pajung Peroe, salah satu pemerhati politik, mengatakan bahwa perbedaan elektabilitas ini menggambarkan adanya polarisasi dalam preferensi politik masyarakat Kabupaten Wajo, yang kemungkinan terkait dengan basis dukungan yang berbeda antara kedua pasangan.Menurutnya, pasangan “Ar-Rahman” tampaknya memiliki keunggulan di kalangan segmen tertentu, terutama yang mengedepankan faktor kepemimpinan dan visi mereka serta masyarakat yang menginginkan perubahan.

Sementara itu, pasangan “Pammase” juga terlihat lebih unggul di segmen lain, dengan faktor pengalaman politik, program unggulan, dan jaringan yang luas di masyarakat sebagai incumbent.Namun menurut Pria yang kerap disapa Ampa ini. sebagai pemerhati politik, ia menitipkan harapan besar kepada para pendukung masing-masing pasangan untuk tetap menjaga semangat positif dalam mendukung pilihan mereka. “Menyikapi perbedaan hasil survei ini, baik pendukung ‘Ar-Rahman’ maupun ‘Pammase’ diharapkan untuk menjaga kedewasaan politik, mengedepankan dialog konstruktif, dan menghormati perbedaan pendapat. Meskipun perbedaan elektabilitas ada, persatuan dan stabilitas di Kabupaten Wajo harus tetap dijaga agar tercipta suasana yang kondusif,” ujarnya.Menurutnya dalam menyikapi perbedaan tersebut, sebaiknya para pendukung masing-masing paslon dapat lebih aktif mengedukasi masyarakat mengenai visi dan misi pasangan mereka dengan cara yang positif, serta terlibat dalam kampanye yang jujur.

Partisipasi aktif dalam pemilu, baik dalam kampanye maupun saat pemungutan suara, sangat penting agar suara rakyat dapat terwakili dengan baik.”Pada akhirnya, harapannya adalah terwujudnya pemerintahan yang lebih baik dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Wajo, terlepas dari siapa yang terpilih nantinya,” jelasnya. (Celoteh-red)

celotehmuda