“Adalah Baik Menjadi Orang Penting, Tetapi Lebih Penting Menjadi Orang Baik”Seringkali, dalam menjalani kehidupan, kita dihadapkan pada godaan untuk mengejar posisi, kekuasaan, dan pengaruh. Menjadi “orang penting” di masyarakat memang memiliki daya tarik tersendiri. Jabatan tinggi, pengakuan, serta kesempatan untuk membawa perubahan besar merupakan hal-hal yang didambakan banyak orang. Namun, ada satu hal yang lebih mendalam dan tak kalah penting: menjadi orang baik.Seorang “orang penting” memang dapat memengaruhi orang lain dengan kekuasaannya, tetapi “orang baik” memberikan dampak yang berbeda, yakni pengaruh melalui ketulusan dan kepeduliannya terhadap sesama. Menjadi orang baik adalah tentang membangun hubungan yang hangat, memahami kesulitan orang lain, dan membantu mereka tanpa mengharapkan balasan.

Dalam jangka panjang, orang yang dikenal karena kebaikannya lebih dihormati dan dikenang dengan kehangatan yang mendalam.

Menjadi orang penting juga kerap bersifat sementara, sementara menjadi orang baik dapat meninggalkan jejak yang abadi.

Jabatan dan kekuasaan bisa saja hilang, tetapi kebaikan hati dan ketulusan akan selalu melekat di hati orang-orang yang pernah kita tolong. Misalnya, seseorang yang menduduki posisi penting di sebuah perusahaan atau organisasi mungkin hanya diingat selama ia berkuasa. Sebaliknya, orang baik yang terus membantu di lingkungan sekitarnya akan selalu dikenang, bahkan setelah ia tiada.Banyak tokoh besar yang telah meninggalkan warisan kebaikan, meskipun tidak selalu dalam bentuk jabatan atau kekuasaan. Misalnya, tokoh seperti Bunda Teresa dan Mahatma Gandhi dikenal bukan karena kekayaan atau kedudukan, tetapi karena kebaikan mereka yang menginspirasi jutaan orang di dunia.

Inilah contoh nyata bahwa menjadi orang baik bisa membawa perubahan yang lebih mendalam dibanding sekadar menjadi orang penting.Menjadi orang baik juga tidak berarti kita harus menyingkirkan ambisi atau mengabaikan prestasi.

Justru, ketika kita menggabungkan kesuksesan dengan kebaikan hati, kita menciptakan kehidupan yang lebih seimbang dan berdampak positif. Dalam posisi apapun, kita tetap bisa memilih untuk berlaku adil, tulus, dan memperhatikan kesejahteraan orang lain.Pada akhirnya, menjadi orang baik lebih penting karena dunia memerlukan lebih banyak kasih sayang, perhatian, dan ketulusan.

Menjadi orang penting memang memberi pengaruh, tetapi menjadi orang baik meninggalkan warisan yang tidak lekang oleh waktu.

celotehmuda