Di suatu pagi yang mendung, Budi dan Anton berencana bermain bola di lapangan desa. Mereka sudah menyiapkan segala perlengkapan, dari sepatu sampai minuman. Semangat 45!

Namun, saat mereka mulai memanaskan badan, tiba-tiba rintik hujan turun. Awalnya hanya gerimis, tapi lama-lama hujannya semakin deras. Budi dan Anton berlarian mencari tempat berteduh. Mereka menemukan satu-satunya pohon yang cukup besar di pinggir lapangan dan berteduh di bawahnya.

Sambil menunggu hujan reda, mereka mulai mengobrol.

“Ton, ini sih bukan hujan, ini pasti dosa kita yang dicuci!” Budi bercanda sambil tertawa kecil.

Anton, yang biasanya serius, kali ini ikut menimpali. “Iya, Bud, dosa-dosa kita kayaknya berat, hujannya jadi lama.”

Budi berpikir sejenak, lalu menatap Anton dengan ekspresi serius. “Ton, dosa kamu tuh apa sih?”

Anton tersenyum malu. “Dosa kecil, Bud. Kayak suka nyolong ayam goreng di dapur pas emak gak liat.”

Budi terdiam, lalu menjawab, “Oh, pantesan deras. Kalo dosa kamu kecil, berarti dosa aku kayaknya dosa besar, soalnya tadi pagi aku ngambil es teh manis di kulkas ibu.”

Mereka berdua tertawa terbahak-bahak, sambil menikmati hujan yang tak kunjung reda. Dan akhirnya mereka sadar, mungkin bukan dosa yang membuat hujan turun. Tapi rencana main bola mereka hari itu… emang nggak disetujui sama langit!

celotehmuda